Vektor & Bitmap
Posted On Rabu, 21 Mei 2008 at di 10.53 by whizdesign
Dunia semakian men-digital. Tentunya kita ne ga’ harus ketinggalan. Di bidang desain, salah satu daya tarik kita semua dalam menikmati suatu objek adalah adanya unsur gambar (image). Kita ketahui kalo, gambar digital merupakan dokumen berbentuk file yang dihasilkan melalui perangkat elektronik atau media digital. Hasil teknologi gambar digital wajib dikembangkan ke dalam berbagai format demi memenuhi kebutuhan cetak. We get lucky shob saat ini tersedia banyak tools software untuk ngebuat serta mengolah (manipulasi) sebuah gambar, baik yang gratis (freeware) ataupun berbayar (shareware). Tentunya kita lebih baik cari yang gratis aja, lah…
sebagai desainer nih, tuk nuangin ide di sebuah kanvas elektronik, untuk menghasilkan sebuah karya yang keren. Kita harus bener-bener paham karakteristik atau seluk beluk gambar dan tentunya warna. Contohnya ne shob, ketika kita mo memperbesar gambar, eh hasilnya malah nge-blur. Nih mungkin juga dikarenakan gambar tersebut bertipe raster. Kini saatnya kita bicariin Vektor dan Bitmap. .
Vektor vs (Bitmap) Raster
Secara garis besar, gambar dibagi menjadi dua kategori.
1. Aplikasi Vektor
Adobe Ilustrator, Corel Draw, Macromedia Freehand
2. Aplikasi Bitmap (raster)
Adobe Photoshop, Corel Photopaint, Macromedia Firework
Ketajaman warna dan detail image pada tampilan bitmap sangat bergantung pada banyaknya pixel warna, ato resolusi yang ngebentuk gambar kita. Semakin banyak pixel dalam sebuah image, tentunya semakin jelas donk. Kalo sebaliknya maka image tersebut semakin kasar pula, pada akhirnya mengakibatlan image kit amenjadi kabur dan terjadi juggy ato kotak-kotak.
sedangkan tampilan vektor tidak bergantung pada besarnya jumlah pixel yang ngebentuk gambar tersebut, karena vektor tersusun dari garis yang ngebentuk image. Pada kondisi gimanapun, neh gambar ga’ bakal pengaruhi citra image vektor. Tentu akan tetap jelas meski dtampilin lima kali lebih gede dari ukuran sebenarnya.
Nah semakin banyaknya aplikasi yang tersedia, cukup banyak bagi para calon desainer untuk memilih mana yang paling sesuai dengan skill kita shob!. Silakan pilih ndiri…!
RGB vs CMYK
Dunia nggak indah tanpa warna shob! Mending ngeblur aja….
Warna adlah faktor penting neh dalam komunikasi visual. Bisa juga berikan pengaruh psikologis, sugesti, suasana bagi yang melihatnya. Pokoknye warna segalanyalah…!
Menurut pengalaman gue nih saat gue buat desain. Warna saat gue cetak berbeda dengan yang ada di monitor. Eh ..ternyata tuk aplikasi cetak hanya dipakai gabungan warna CMYK, sedangkan di monitor pakenya RGB, HLS, Hexadesimal dll.
Nah kita kenalan neh ma mereka:
RGB (Red Green Blue)
CMYK (Cyan Magenta Yellow Black)
HLS (Hue Lightness Saturation)
LB Color (Lightness A (green-red axis) B (blue-yellow axis)
RGB
RGB adalah singkatan dari Red-Green-Blue, tiga warna dasar yang dijadikan patokan warna secara universal (primary colors). Dengan basis RGB ne, kita bisa ngubah warna ke dalam kode-kode angka sehingga warna tersebut akan tampil universal. Ne Wajib shob. Karena kalo ngedesain nantinya kiata ngga’ pilih warna semisal biru seenaknya. Apakah ntar kita butuh warna biru langit, biru telur asin, biru laut, ato darah biru.
Nah dengan standar RGB ne kita bisa mengatakan, "Yang dimaksud adalah warna R : 110, G : 220, B : 220 ." Dengan bahasa lain ne shob, warna biru yang kita inginkan mempunyai unsur warna merah sebesar 110, hijau 220, dan birunya 220 derajat. Jadi kita bisa nentuin sendiri warna sesuai hati kita shob, tentunya melalui susunan angka. Ya pilih aja pallet-pallet yang ada di Corel Draw, ato File >Mode yang ada di Photoshop.
CMYK
Beda dengan sodaranya RGB, CMYK merupakan standar industri cetak saat ini. Singkatanya neh C (Cyan) M (Magenta – Yellow), dan K mewakili warna hitam. Kenapa K? bukan B (black)? .Ternyata alasannya simple shob, supaya orang kagak keliru dengan B (Blue) di RGB. He…
Jadi neh shobSama seperti RGB, CMYK juga mengandalkan standardisasi warnanya ke dalam koordinat. Rangenya antara 0 - 100 sehingga kehadiran unsur K sangat menentukan. Berapapun koordinat CMY-nya, kalo K-nya tetep 100 maka warna tersebut akan jadi ngeblack shob.
CMYK merupakan standar warna berbasis pigment-based, sesuai dengan standar industri printing saat ini. Nah dah biasa neh, cetak-mencetak memakai 4 warna dasar dalam membuat warna apa pun. Untuk kalian semua yang memiliki printer warna, coba perhatikan cartridge tinta warnanya, biasanya berbasis CMYK.
Software (an introduction)
Posted On at di 09.58 by whizdesignHmm…..tuk tahap awal desainer ada baiknya tahu dikit tentang software yag sering kita gunakan, sebagai puranti nge-desain tentunya. Ada banyak kok software, namun aslinya, beberapa tool-nya hampir sama. Kalo boleh disebutin pengunaan software tergantung si pemakai. Pake apapun yang penting mantap, bisa jadi keren….ya khan itu yang namanya fix on us!
Beberapa yang gue kertahui neh…ada Illustrator, Freehand, Corel Draw, Photo Paint, In Design, Macromedia Flash, Director. After Effects, 3D Studio, Adobe Premiere, Plug in, yang jelas banyak banget.
Ok! Dah kita bahas satu persatu (tentunya dengan keterbatasan pengetahun gue?)..
1.Freehand, Corel Draw, Illustrator.
Software ini berbasis vektor (garis) jadi dalam pengolahannya kita tidak diributkan dengan besarnya pixel. Gue pernah nyoba…tapi setelah dirasa dan diraba. Gue gaek kalo pake Corel Draw. Ga’ memungkiri software ini toolnya sangat mudah dan tentunya buku-buku tutorialnya pun banyak, kaya di Semarang. Jadi jangan bingung kalo ngedengder antara keduanya, semua hampir sama, mungkin yang beda pabriknya kali.
2.Photo Paint, Photoshop
Kalo mantengin ni nama, pasti sebagian dah tahu kahan..?Betul jack ni software, orang awam bilang ne untuk editing foto. Tapi masih banyak kegunaan yang lain shob.
Photoshop bisa juga digunkan tuk persiapan bahan ke After Effects ato ekspor gambar ke web page.
Yang jelas cara kerjanya hampir sama.Malah setelah gue cobaain, tol yang ada di photoshop lebih kaya dari pada Photo Paint. Keduanya brguna untuk mengolah suatu image, baik berupa gambar,lukisan (paint), foto biasa maupun digital.
Dengan adanya software ini, kiata semua jadi gampang ngerubah foto seperti lukisan, ngasih bingkai pada lukisan ato foto. Bikin efek khusus pada foto juga lebih asyik. Jadi terkesan artistik, dekoratif dll. Tentunya sesuai dengan kreatifitas dan imaginasi kita shob!.
3.In Design, Page Maker, Quark X Press, Frame Maker.
Nah kalo yang ini lebih kepada publishing kale ya…!desain dan lay out juga banyak melibatkan detail yang membutuhkan ketelitian dalam menatap setiap elemen. Supaya terjadi satu kesatuan desain nyang nyaman dilihat dan sekaligus menyampaikan sebuah peran yang efektif…(he…he serius amat)
Software yang ini lebih fokus pada dunia dua dimensi di atas kertas. Lebih khusus dititikberatkan layout buku atau publikasi cetak. Nah menurut buku yang pernah gue baca. Terdapat dua kubu besar yang berpengaruh di kalangan layouter ato desktop publisher: Quark X Press dan Page Maker.
Kalo Quark X Press lebih kuat di dunia publishing khususnya majalah. Page Maker memeiliki segmen tersendiri yaitu layout buku dan koran. Sementara Frame Maker menjadi pilihan favoritnya orang yang gaek di dunia publikasi ilmiah, akademisi dan dokumentasi tekhnik.
InDesign terbilang pendatang baru dalam dunia publishing dan merupakan si bungsu dari trio bersaudara dari Adobe: Page Maker-Frame Maker-InDesign. Nah di dunia ini (Publisher) cocok sebagai batu loncatan ke desain yang lebih rumit dan kompleks.
4.Flash MX, After Effects, Director
Kalo sudah tahu tentang software yang dibahas di atas. Tentunya kita bisa lebih gampang mengenal software berikut. Piranti desain ini lebih menekankan pada Motion Graphic dan Animasi. Untuk Flash MX karena belum terbiasa, makanya lanjut aza…
After Effects
After Effects merupakan buatan Adobe, seperti Photoshop, Ilustrator da Premiere. Software tersebut saling melengkapi untuk kebutuhan animasi, video editing, web dan grafis.
m..tuk After Effects biasanya untuk pembuatan:
-Animasi pembuka/opening tune acara TV & opening CD interactif.
-Movie intro game
-Movie company profil perusahaan
-Bumper/ animasi jeda acara penikahan
-Spot iklan TV
Boleh dikatakan After Effects ini lebih dekat dengan dunia broadcast kale ya..!.dibandingkan dengan dengan Flash. After Effects merupakan alikasi grafis dengan format bitmap, sedangkan flash lebih mengutamakaqn format vektor.
Nah ini kelemahan format bitmap, untuk perlakuan kita pada file suber (Source) harus disesuaikan, karena jika file bitmap diperbesar maka ukurannya akan terlihat kasar dan pecah Man!
Director
Nah …director ini software keluaran Macromedia (sama seperti Flash dan Dreamweaver) yang biasa digunakan untuk pembuatan:
-CD Interaktif Profile Perusahaan, souvenir.
-Information Kiosk, seperti di hotel & tempat Wisata.
-Pembuatan game 2 dimensi.
-Presentasi seminar.
Director adalah software programming dengan sentuhan grafis yang mampu mengimpor dan mengendalikan banyak format. Makanya diberi nama Director yang bisa juga sebagai sutradara kali ya..bisa juga menggabungkan format bitmap dan vektor, sehingga ketajaman gambar dapat dikendalikan. Presentasi yang digunakan memakai director akan membangkitkan decak kagum dibandingkan dengan Power Point.
Akhirnya selesai juga..program yang telah jelas di atas merupakan media untuk menuangkan kreatifitas para pecinta seni grafis. Kalo sudah tahu …jangan bingung lagi ya Shob!




